MENGENAL SIFAT HATI DAN GEJOLAK PERASAAN DI DALAMNYA

0
MENGENAL SIFAT HATI DAN GEJOLAK PERASAAN DI DALAMNYA - Hati dalam bahasa Indonesia ada yang menyebut dengan liver ada juga yang menyebutnya jantung, menurut saya sendiri hati yang akan kita bahas adalah hati yang abstrak. kalau kita korelasikan dengan organ fisik maka lebih mendekati pada organ jantung. dalam bahasa arab hati lebih di kenal dengan kata QOLB
Tidak dinamakan hati/Qolb kecuali karena sering berbolak-balik. hati selalu bergerak dinamis, hari ini menerima besok berubah menolak 100%, detik ini lemah lembut di detik yang lain kasar dan beringas, sekarang bilang cinta lusa sudah berganti benci, semua bisa berubah kapan saja tak ada jaminan kekekalan atas apa yang terlintas dan bergejolak di dalam hati.

Seperti halnya dengan sebuah hubungan, baik hubungan yang teridentifikasi sebagai hubungan keluarga, persahabatan, bisnis maupun kekasih, semua akan mengalami pasang-surut. ada masa-masa dimana hati dengan suka rela menerima apapun perlakuan orang yang disayanginya, hingga hati mampu bertahan saat orang yang disayanginya menyakitinya. Namun akan tiba saatnya dimana hati akan berbalik arah ketika penerimaan dan kesabarannya mulai menipis, disaat itulah hati sadar, bahwa setiap hati itu bisa saja berubah.

Orang yang paling dekat suatu saat bisa saja menjadi orang yang sangat membenci kita, sahabat dekat bisa berubah menjadi musuh, kekasih bisa menjadi orang yang memusuhi kita nomor wahid, semakin dekat dia dengan kita potensi untuk menjadi musuh terburuk semakin besar. Jika kita mendapati hati yang mulai memposisikan dirinya sebagi “musuh”, janganlah berlebihan ketika dalam hatimu mulai tumbuh kebencian, karena suka dan benci tak ada bedanya dipandang dari sudut perlakuan kita, kita harus memperlakukannya sama, yaitu sedang-sedang saja, sebagaimana peribahasa arab mengatakan ;

“ahbib habiibaka haunan maa ‘asaa an takuuna baghiidhoka yauman maa, wa abgidh bagiidhoka haunan maa ‘asaa an takuuna habiibaka yauman maa”.

Cintailah kekasihmu sekedarnya saja, karena bisa jadi dia akan menjadi musuhmu suatu saat nanti, dan bencilah musuhmu sekedarnya saja, karena bisa jadi dia akan menjadi kekasihmu suatu saat nanti.

Selama kita masih hidup di kolong langit, takkan pernah bisa mematenkan keadaan hati kita maupun hati orang-orang yang berada di kehidupan kita. Jika demikian, janganlah kita terpukau dan terlena dengan kucuran kebaikan dari orang lain, juga jangan kita terpuruk kala keburukan dilemparkan orang baik lewat mulut maupun perlakuannya kepada kita. Posisikan hati kita untuk menagkapnya sebagai hal yang sama, sama-sama tidak abadi, bersama perjalanan sang waktu dua sifat itu akan berubah.


sumber : http://tanbihun.com

HARI RAYA IDUL ADHA, QURBAN DAN HAJI

0
HARI RAYA IDUL ADHA, QURBAN DAN HAJI SERTA HIKMAH YANG TERKANDUNG DI DALAMNYA

HIKMAH IDUL ADHA
Darus Syifa’ mengucapkan : Selamat Hari Raya Idul Adha 1434 h. Semoga kita menjadi orang yang terpilih sebagai generasi yang memiliki ketaatan seperti Nabi Ibrahim AS. dan Nabi Muhammad saw.

Allahu Akbar, Allahu Akbar, Allahu Akbar. Hari Raya Idul Adha Biasa juga di sebut sebagai Hari Raya Qurban ataupun Hari Raya Haji. Idul Adha adalah momentum menumbuh suburkan rasa kasih sayang di antara sesama, Menjalin persaudaraan dan kebersamaan yang lebih erat di padang arafah. Inilah pesan indah yang dicanangkan dua manusia agung; Nabi Ibrahim Khalilullah dan Rasulullah SAW sang Habibullah.

Idul Adha bisa kita maknai dari dua sisi. Yaitu dari sisi ajaran yang dibawa Rasulullah SAW dan dari sisi pengalaman Nabi Ibrahim dan keluarganya. Dalam Alquran, keduanya digelari uswatun hasanah (Nabi yang menjadi teladan dalam kebaikan) sebagaimana yang di abadikan Allah dalam firmannya, ''Sesungguhnya telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari kiamat dan dia banyak menyebut Allah.'' (QS Al Ahzab [33]: 21). dalam ayat lain, ''Sesungguhnya telah ada teladan yang baik bagimu pada Ibrahim dan orang-orang yang bersama dengan dia.'' (QS Al Mumtahanah [60]: 6).

Bulan ini merupakan bulan bersejarah bagi umat Islam. Pasalnya, di bulan ini kaum muslimin dari berbagai belahan dunia melaksanakan rukun Islam yang kelima yaitu Ibadah Haji. Haji adalah ritual ibadah yang mengajarkan persamaan dan kebersamaan di antara sesama. Dengannya, Islam tampak sebagai agama yang tidak mengenal status sosial. Kaya, miskin, pejabat, rakyat, kulit hitam ataupun kulit putih semua memakai pakaian yang sama sehelai kain putih (Kain Ihram). Bersama-sama melakukan aktivitas yang sama pula yakni manasik haji.

Ibadah Haji ialah ibadah yang diwajibkan kepada mereka yang mampu mengerjakan sekali seumur hidup, Allah s.w.t. berfirman yang maksudnya: "Dan serulah manusia untuk mengerjakan Haji, niscaya mereka akan datang kepadamu dengan berjalan kaki dan mengenderai unta yang kurus (disebabkan jauhnya berjalan) yang datang dari segenap penjuru yang jauh. Supaya mereka menyaksikan berbagai manfaat bagi mereka dan supaya mereka menyebutkan nama Allah pada hari yang ditentukan, karena rezeki yang Allah telah anugerahkan kepada mereka berupa binatang ternak. Maka makanlah sebahagian daripadanya dan berilah makan orang yang sengsara dan fakir."(Qur'an. S.al-Hajj:27-28)


Selain ibadah haji, pada bulan ini umat Islam merayakan hari raya Idul Adha. Lantunan takbir diiringi tabuhan bedug menggema menambah semaraknya hari raya. Suara takbir bersahut-sahutan mengajak kita untuk sejenak melakukan refleksi, retrospeksi bahwa tidak ada yang agung, tidak ada yang layak untuk disembah kecuali Allah, Tuhan semesta alam. kaum muslimin selain dianjurkan melakukan shalat sunnah dua rakaat, juga dianjurkan untuk menyembelih binatang kurban bagi yang mampu. 
Anjuran berkurban ini bermula dari kisah penyembelihan Nabi Ibrahim kepada putra terkasihnya yakni Nabi Ismail. Semangat pengorbanan yang telah dibuktikan oleh Nabi Ibrahim a.s. dilanjutkan pula oleh ummat Islam untuk membantu mereka yang susah.

Peristiwa ini memberikan kesan yang mendalam bagi kita. Betapa tidak, Nabi Ibrahim yang telah menunggu kehadiran buah hati selama bertahun-tahun ternyata diuji Tuhan untuk menyembelih putranya sendiri. Nabi Ibrahim dituntut untuk memilih antara melaksanakan perintah Tuhan atau mempertahankan buah hati dengan konsekuensi tidak mengindahkan perintah-Nya. Sebuah pilihan yang cukup dilematis, Namun karena di dasari ketakwaan yang kuat, perintah Tuhanpun dilaksanakan. Dan pada akhirnya, Nabi Ismail tidak jadi disembelih dengan digantikan seekor domba. Legenda mengharukan ini diabadikan dalam al Quran surat al- Shaffat ayat 102-109.
Kisah tersebut merupakan potret puncak kepatuhan seorang hamba kepada Tuhannya. Nabi Ibrahim mencintai Allah melebihi segalanya, termasuk darah dagingnya sendiri. Kecintaan Nabi Ibrahim terhadap putra kesayangannya tidak menghalangi ketaatan kepada Tuhan. Model ketakwaan Nabi Ibrahim ini patut untuk kita teladani. Jika sifat suka berkorban ini meresap ke jiwa seluruh ummat Islam Isya-Allah akan terwujud ketenangan dan kedamainan dalam masyarakat dan akan dekatlah jurang yang memisahkan antara yang kaya dengan yang miskin, antara yang kuat dengan yang lemah, antara penguasa dengan rakyat biasa.

Mereka yang kaya mengorbankan sebahagian dari pada hartanya untuk membantu mereka yang di dalam kesusahan, seperti yang biasa dialami oleh fakir miskin, yatim piatu ataupun sesiapa yang memerlukan pertolongan. Mereka yang telah menerima bantuan sepatutnya mensyukurinya dan berusaha dengan sekuat tenaga tidak hanya bergantung kepada pemberian orang..

Di samping itu, ada pelajaran berharga lain yang bisa dipetik dari kisah tersebut. Sebagaimana kita ketahui bahwa perintah menyembelih Nabi Ismail ini pada akhirnya digantikan seekor domba. Pesan tersirat dari adegan ini adalah ajaran Islam yang begitu menghargai betapa pentingnya nyawa manusia.
Hal ini senada dengan apa yang digaungkan Imam Syatibi dalam magnum opusnya al Muwafaqot. Menurut Syatibi, satu diantara nilai universal Islam (maqoshid al syari’ah) adalah agama menjaga hak hidup (hifdzu al nafs). Begitu pula dalam ranah fikih, agama mensyari’atkan qishosh, larangan pembunuhan dll. Hal ini mempertegas bahwa Islam benar-benar melindungi hak hidup manusia. (hlm.220 ) Nabi Ismail rela mengorbankan dirinya tak lain hanyalah demi mentaati perintahNya.
.
Di lihat dari sisi ajaran Rasulullah SAW, Idul Adha erat kaitannya dengan diturunkannya ayat ketiga dari QS Al Maa'idah [5]. Difirmankan, ''Pada hari ini telah Kusempurnakan untuk kamu agamamu, dan telah Ku-cukupkan kepadamu nikmat-Ku, dan telah Ku-ridhai Islam itu jadi agama bagimu.''
Ayat ini adalah ayat Alquran terakhir yang diterima Rasulullah SAW Ada yang menarik, ayat ini turun pada 9 Dzulhijjah tatkala beliau sedang wukuf di Arafah-saat menunaikan ibadah terakhir. Karena Allah SWT telah mengikrarkan kesempurnaan Islam, maka kita merayakan; mensyukuri; dan memperingatinya dengan hari raya Idul Adha. Dalam ayat ini Allah SAW "mengikrarkan" tiga hal, yaitu: (1) menyempurnakan bangunan agama Islam; (2) mencukupkan semua nikmat-Nya kepada Rasulullah SAW; dan (3) merelakan Islam sebagai dien (agama) terakhir dan terbaik.

Dalam bahasa Al-Quran, kata akmaltu berbeda dengan kata akmamtu. Satu kumpulan dari banyak hal yang sempurna dinamai "kusempurnakan". Dengan kata lain, semua unsur di dalamnya memiliki kesempurnaan. Tapi kalau akmamtu (Kucukupkan) bermakna kumpulan dari hal yang tidak sempurna. Ia baru sempurna bila semuanya berkumpul menjadi satu.
Kita perbandingkan dengan ajaran Islam. Allah SWT telah mensyariatkan banyak ibadah, misalnya shalat, zakat, haji, puasa, munakat, waris, jihad, dan lainnya. Semuanya telah sangat sempurna, aturan-aturannya telah dirancang dengan sangat jelas. Maka, kumpulan ajaran yang sempurna ini Allah SWT sebut dengan akhmaltu; "Pada hari ini telah Aku sempurnakan untukmu agamamu."
Lain halnya dengan nikmat? Sebesar apa pun nikmat dunia sangat jarang (bahkan tidak pernah) mencapai taraf sempurna. Saat kita dianugerahi sehat misalnya, maka kesehatan tersebut tidak pernah mencapai seratus persen, selalu saja ada yang kurang. Demikian pula nikmat harta. Sebesar apa pun harta yang kita miliki pasti akan selalu kurang. Andai pun kita dianugerahi kesehatan dan kekayaan, maka kekurangan akan tetap terasa bila kita tidak memiliki pasangan hidup, atau keturunan, atau persahabatan, atau rasa aman. Semua nikmat baru dikatakan sempurna apabila dipayungi agama.

Ikrar ketiga adalah diridhainya Islam sebagai agama. "Dan telah Ku-ridhai Islam itu jadi agama (dien) bagimu". Dien dimaknai sebagai agama. Menurut ulama tafsir, kata dien terambil dari akar yang sama dengan kata daina atau utang. Allah telah menganugerahkan nikmat yang tak terhitung jumlahnya. Maka, secara tidak langsung kita berhutang budi kepada-Nya. Bagaimana sikap orang berhutang? Kalau mampu ia wajib membayar. Namun, kalau tidak mampu ia harus datang kepada yang memberi utang untuk meminta maaf atau menyerahkan sesuatu yang dimilikinya. Kalau tidak punya apa-apa, ia layak menyerahkan diri untuk "diapa-apakan" oleh yang memberi utang. Karena kemurahan-Nya, Allah rela kita tidak membayar utang-utang kita kepada-Nya, asal kita rela menyerahkan jiwa raga kita kepada-Nya.
Disempurnakannya ajaran Islam, dicukupkannya curahan nikmat, dan "dibebaskannya" kita dari utang, adalah anugerah terbesar yang Allah karuniakan kepada kita. Maka, tidak ada yang pantas kita lakukan selain mensyukurinya. Syukur dimaknai dengan menggunakan semua nikmat untuk mendekat kepada Allah. 

Dengan demikian, Idul Adha menjadi momentum tepat bagi kita untuk: (1) berusaha memahami makna syukur yang hakiki; (2) mengevaluasi kualitas syukur kita kepada Allah; dan (3) menjadikan setiap aktivitas kita sebagai cerminan rasa syukur kepada Allah. Idul Adha bisa pula dijadikan momentum untuk menumbuhkan kesadaran akan sempurnanya ajaran Islam. Ujung dari kesadaran ini adalah lahirnya kebanggaan menjadi seorang Muslim, rela diatur hukum Islam, dan berkorban demi kejayaan Islam.
Hikmah dari Nabi Ibrahim AS

Di lihat dari sisi Nabi Ibrahim, materinya sudah sangat jelas. Idul Adha (Idul Qurban) adalah refleksi pengalaman Nabi Ibrahim dan putranya Nabi Ismail. Pengalaman ayah dan anak terekam jelas dalam Alquran (QS Ash Shaaffaat [37]: 99-113). ''Maka tatkala anak itu sampai (pada umur sanggup) berusaha bersama-sama Ibrahim, Ibrahim berkata: "Hai anakku sesungguhnya aku melihat dalam mimpi bahwa aku menyembelihmu. Maka pikirkanlah apa pendapatmu!" Ia menjawab: "Hai bapakku, kerjakanlah apa yang diperintahkan kepadamu; insya Allah kamu akan mendapatiku termasuk orang-orang yang sabar''.'' (QS 37: 102). Karena kesabaran dan ketaatan keduanya, Allah SWT berkenan mengganti Ismail dengan seekor domba. Tradisi ini terus berlanjut hingga sekarang. Setiap tahun kita berkurban domba, sapi, atau unta, dan mengabadikannya menjadi hari raya Idul Adha (Idul Kurban).

Apa hikmahnya bagi kita? Pada masa Nabi Ibrahim hidup, sekitar 4300 tahun lalu, menjadikan manusia sebagai sesaji adalah hal biasa. Di Mesir kuno, setiap tahunnya selalu dilaksankan kontes kecantikan, dan yang terpilih akan ditenggelamkan di Sungai Nil sebagai persembahan kepada dewa. Di Mesopotamia (Irak) yang dijadikan sesaji adalah bayi. Di Aztek, yang dijadikan sesaji adalah para pemuka agama. Digantinya Ismail dengan seekor domba menandai lahirnya revolusi besar dalam sejarah peradaban manusia, yaitu dihapuskannya pengorbanan manusia. Manusia itu terlalu mahal untuk dikorbankan. Hikmahnya, kita harus menghormati manusia, jangan mengorbankan manusia, bahagiakan manusia, dan bantu mereka yang membutuhkan bantuan.

Hikmah Lain Qurban
  1. Kebaikan dari setiap helai bulu hewan kurban. Dari Zaid ibn Arqam, ia berkata atau mereka berkata: “Wahai Rasulullah SAW, apakah qurban itu?” Rasulullah menjawab: “Qurban adalah sunnahnya bapak kalian, Nabi Ibrahim.” Mereka menjawab: “Apa keutamaan yang kami akan peroleh dengan qurban itu?” Rasulullah menjawab: “Setiap satu helai rambutnya adalah satu kebaikan.”Mereka menjawab: “Kalau bulu-bulunya?”Rasulullah menjawab: “Setiap satu helai bulunya juga satu kebaikan.” [HR. Ahmad dan ibn Majah]
  2. Berkurban adalah ciri keislaman seseorang. Dari Abu Hurairah, Rasulullah SAW bersabda: “Siapa yang mendapati dirinya dalam keadaan lapang, lalu ia tidak berqurban, maka janganlah ia mendekati tempat shalat Ied kami.” [HR. Ahmad dan Ibnu Majah]
  3. Ibadah kurban adalah salah satu ibadah yang paling disukai oleh Allah. Dari Aisyah, Rasulullah SAW bersabda: “Tidak ada amalan anak cucu Adam pada hari raya qurban yang lebih disukai Allah melebihi dari mengucurkan darah (menyembelih hewan qurban), sesungguhnya pada hari kiamat nanti hewan-hewan tersebut akan datang lengkap dengan tanduk-tanduknya, kuku-kukunya, dan bulu- bulunya. Sesungguhnya darahnya akan sampai kepada Allah –sebagai qurban– di manapun hewan itu disembelih sebelum darahnya sampai ke tanah, maka ikhlaskanlah menyembelihnya.” [HR. Ibn Majah dan Tirmidzi. Tirmidzi menyatakan: Hadits ini adalah hasan gharib]
  4. Berkurban membawa misi kepedulian pada sesama, menggembirakan kaum dhuafa “Hari Raya Qurban adalah hari untuk makan, minum dan dzikir kepada Allah” [HR. Muslim]
  5. Berkurban adalah ibadah yang paling utama “Maka dirikanlah shalat karena Tuhanmu; dan berkurbanlah.” [Qur’an Surat Al Kautsar : 2] Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah ra sebagaimana dalam Majmu’ Fatawa (16/531-532) ketika menafsirkan ayat kedua surat Al-Kautsar menguraikan : “Allah Subhanahu wa Ta’ala memerintahkan beliau untuk mengumpulkan dua ibadah yang agung ini yaitu shalat dan menyembelih qurban yang menunjukkan sikap taqarrub, tawadhu’, merasa butuh kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala, husnuzhan, keyakinan yang kuat dan ketenangan hati kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala, janji, perintah, serta keutamaan-Nya.” “Katakanlah: sesungguhnya shalatku, sembelihanku (kurban), hidupku dan matiku hanyalah untuk Allah, Tuhan semesta alam.” [Qur’an Surat Al An’am : 162] Beliau juga menegaskan: “Ibadah harta benda yang paling mulia adalah menyembelih qurban, sedangkan ibadah badan yang paling utama adalah shalat…”
  6. Berkurban adalah sebagian dari syiar agama Islam “Dan bagi tiap-tiap umat telah Kami syariatkan penyembelihan (kurban), supaya mereka menyebut nama Allah terhadap binatang ternak yang telah direzekikan Allah kepada mereka, maka Tuhanmu ialah Tuhan Yang Maha Esa, karena itu berserah dirilah kamu kepada-Nya. Dan berilah kabar gembira kepada orang-orang yang tunduk patuh (kepada Allah)” [Qur’an Surat Al Hajj : 34]
  7. Mengenang ujian kecintaan dari Allah kepada Nabi Ibrahim “Maka tatkala anak itu sampai (pada umur sanggup) berusaha bersama-sama Ibrahim, Ibrahim berkata: “Hai anakku sesungguhnya aku melihat dalam mimpi bahwa aku menyembelihmu. Maka fikirkanlah apa pendapatmu!” Ia menjawab: “Hai bapakku, kerjakanlah apa yang diperintahkan kepadamu; insya Allah kamu akan mendapatiku termasuk orang-orang yang sabar”. Tatkala keduanya telah berserah diri dan Ibrahim membaringkan anaknya atas pelipis(nya), (nyatalah kesabaran keduanya). Dan Kami panggillah dia: “Hai Ibrahim, sesungguhnya kamu telah membenarkan mimpi itu sesungguhnya demikianlah Kami memberi balasan kepada orang-orang yang berbuat baik. Sesungguhnya ini benar-benar suatu ujian yang nyata. Dan Kami tebus anak itu dengan seekor sembelihan yang besar.” [Qur’an Surat Ash Shaffat : 102 - 107]

TERAPI BEKAM MENURUT PANDANGAN MEDIS

0
TERAPI BEKAM MENURUT PANDANGAN MEDIS - Bekam / Canduk / Blood letting / Cupping Teraphy / Hijamah merupakan suatu seni pengobatan Islam yang diperkenalkan oleh Kecintaan kita , Kesayangan seluruh ummat Islam , Rasul Allah yang terakhir , Rajanya Profesor Dokter Manusia , Orang yang paling berahlak Mulia, Uswatun Hasanah , Yang memberi Syafaat kapada kita yaitu Sayyidina Rasullullah MUHAMMAD S.A.W dimulai sejak 1400 tahun yang lalu yang diperintahkan langsung oleh malaikat Jibril langsung kepada Baginda Nabi MUHAMMAD. Proses pengeluaran darah kotor menurut istilah awam yang dimana menurut kedokteran adalah pengeluaran sel – sel darah merah yang sudah tidak terpakai lagi oleh tubuh dan bisa mengganggu proses kerja metabolisme tubuh.


Tubuh kita terdiri dari berbagai organ ,syaraf , tulang ,jantung ,otot yang dimana semua tersebut mendapat makanan dari darah yang sehat .Darah yang sehat diproses melalui jalur yang rumit , dimulai dari makanan yang kita makan terus dtelan , kemudian masuk kelambung kemudian diteruskan ke usus , dari usus masih disaring lagi yang mengandung nutrisi yang baik digunakan oleh tubuh kita untuk pembentukan sel – sel darah baru yang dimana sel – sel darah tersebut untuk menghidupi semua organ tubuh

Sistem sirkulasi darah mengantarkan dan mengedarkan sari – sari makanan dan 02 kejaringan – jaringan tubuh melalui pembuluh darah arteri yang keluar dari jantung menuju aorta lalu menuju arteri dan lalu menuju ke arteriole , lalu menuju kapilere arteri dan langsung dipakai oleh organ tubuh dan jaringan tubuh , dan kemudian mengembalikan CO2 keparu – paru dan zat – zat sisa metabolisme keginjal .
Selain itu juga mengedarkan hormon dan zat – zat lain yang berfungsi dalam kelangsungan hidup sel – sel tubuh . Dan kita melakukan bekam adalah melalui cabang – cabang vena dan arteri yang dimana vena mempunyai fungsi sebagai pengembali zat – zat metabolisme yang tidak berguna dari Venule yaitu cabang – cabang vena yang dimana venule juga mengalir dari pembuluh darah kapiler yang merupakan pembuluh darah yang amat halus yang dimana pembuluh darah kapiler membentuk suatu anastomosis pada berbagai organ dan jaringan tubuh yang dimana bila dilakukan bekam dapat langsung mengambil zat – zat sisa metabolisme , racun , kimia dan lain – lain yang yang tidak berguna dari organ tersebut untuk langsung dikeluarkan dari tubuh .

Cabang – cabang arteri yaitu arteriole mengantarakan nutrisi dan oksigen keseluruh tubuh sehingga waktu pembekaman cabang – cabang arteri dikulit akan menarik sel – sel darah merah yang berwarna merah segar yang jika dilihat adalah sel darah merah yang sudah rusak yang dapat mengganggu sel- sel darah merah yang masih sehat . Waktu darah yang keluar darti bekam adalah darah merah yang merah segar yang berasal dari cabang- cabang arteri dan yang berwarna merah kehitaman adalah berasal dari vena karena tidak mengandung oksigen darah tersebut Jadi kita harus mengetahui terlebih dahulu mengenai darah dari jumlah , fungsi-fungsi ,komposisi,sifat – sifat fisis darah , sifat-sifat khemis darah . Jumlah atau volume darah dalam tubuh adalah sekitar 8 % dari berat badan tubuh sedang volume darah adalah dan cairan jaringan hampir 20% dari berat tubuh .

Jika kita sakit tubuh mempunyai respon untuk menyampaikan rasa sakit dari syaraf untuk diteruskan ke otak yang memberi tahukan bahwa organ tersebut sakit . Syaraf – syaraf tersebut diberi makan oleh pembuluh darah agar bekerja baik. Organ – organ yang sakit menunjukkan bahwa sirkulasi dalam darah yang memberi makanan keorgan tersebut terganggu oleh karena berbagai macam seperti bakteri , virus , cholesterol yang tinggi , kadar gula yang tinggi , asam urat , kimia dari makanan yang kita makan seperti pengawet , Vetsin , Pestisida , pewarna yang dimana mereka tersebut tidak dapat di olah oleh tubuh untuk diambil nutrisinya yang akhirnya mempengaruhi kerja sel –sel darah untuk memberi makanan ke organ-organ tubuh dan juga dimana tubuh menolak bahan – bahan tersebut dengan antibodi yang dimana bila terlampau banyak bahan kimia tersebut akhirnya perlindungan untuk sel menjadi berkembang tidak karuan yang akhirnya menjadi kanker.

Menurut Kedokteran Tradisional bahwa dibawah Kulit ,Otot Maupun Fascia Terdapat suatu poin atau titik yang mempunyai Sifat Istimewa, antara poin satu dengan poin lainnya saling berhubungan membujur dan melintang dan membentuk jaring – jaring atau jala. Jala ini dapat disamakan dengan meridian atau habl ,dengan adanya jala ini maka terdapat hubungan yang erat antara bagian tubuh sebelah atas dengan sebelah bawah , antara bagian dalam dengan bagian luar , antara bagian kiri tubuh dan bagian kanan , antara organ – organ tubuh dengan jaringan bawah kulit , antara organ yang satu dengan organ yang lainnya . Antara organ dengan tangan dan kaki, antara organ padat dengan organ berongga dan lain sebagainya , sehingga membentuk suatu kesatuan yang tak terpisahkan dan dapat bereaksi secara serentak. Kelainan yang terjadi pada satu poin ini dapat ditularkan dan mempengaruhi poin yang lainnya juga sebaliknya ,pengobatan pada satu poin akan menyembuhkan poin lainnya.

Kedokteran modern tampaknya tertarik dengan fenomena yang dalam topik kursus ini disebut Mukjizat Medis. Mereka melakukan penelitian untuk membuktikan kebenaran diatas .

Poin istimewa diatas setelah dilakukan penelitian ternya merupakan "motor poin" pada perlekatan Neuromuscular ( Syaraf dan Otot ) yang mengandung banyak Mitokondria , kaya pembuluh darah mengandung tinggi Mioglobulin sebagian besar selnya menggunakan metabolisme oksidatif dan lebih banyak mengandung sel Mast , Kelenjar Limfe ,Kapiler ,Venula , Bundle dan Pleksus Syaraf serta ujung Syaraf Akhir dibanding daerah yang bukan poin Istimewa.

Mereka membuktikan apabila dilakukan pembekaman pada satu poin , maka di kulit (*kutis ) , Jaringan bawah kulit ( Sub kutis ) , Fascia dan ototnya akan terjadi kerusakan dari Mast Cell dan lain-lain.Akibat kerusakan ini akan dilepaskan beberapa zat seperti Serotonin , Histamin ,Bradikinin ,Slow reacting Substance (SRS) , Serta zat-zat lain yang belum diketahui.Zat-zat ini menyebabkan terjadinya dilatasi Kapiler dan Arteriol, serta flare reaction pada daerah yang dibekam.Dilatasi Kapiler juga dapat terjadi ditempat yang jauh dari tempat pembekaman .
ini menyebabkan terjadi perbaikan mikrosirkulasi pembuluh darah . Akibatnya timbu,l efek relaksasi ( Pelemasan ) otot – otot yang kaku serta akibat vasodilatasi umum akan menurunkan tekanan darah secara stabil. Yang terpenting adalah dilepaskannya kortikotropin Releasing factor ( CRF )serta releasing faktor lainnya oleh adeno hipofise.CRF selanjutnya akan menyebabkan terbentuknya ACTH ,Kortikotropin , Dan Kortikosteroid.

Kortikosteroid ini mempunyai efek menyembuhkan peradangan serta menstabilkan permeabilitas sel.Sedangkan golongan histamin yang ditimbulkannya memberi manfaat dalam proses reparasi (perbaikan) sel dan jaringan yang rusak,serta memacu pembentukan reticulo endothelial cell,yang akan meninggikan daya resistensi (daya tahan) dan imunitas ( kekebalan} tubuh..Sistem ini terjadi melalui pembentukan interleukin dari cell karena faktor neural,peningkatan jumlah sel T karena peningkatan set-enkephalin,enkephalin dan endorphin yang merupakan mediator antara susunan saraf pusat dan sistem imun,substansi P yang mempunyai fungsi parasimpatis dan sistem imun,serta peranan kelenjar pituitary dan hypothalamus anterior yang memproduksi CRF.

Penelitian lainnya menunjukkan bahwa pembekaman dikulit akan menstimulasi kuat syaraf permukaan kulit yang akan dilanjutkan pada cornu posterior medulla spinalis melalui syaraf A-delta dan C,serta traktus spino thalamicus kearah thalamus yang akan menghasilkan endorphin. Sedangkan sebagian rangsangan lainnya akan diteruskan melalui serabut aferen simpatik menuju ke motor neuron dan menimbulkan reflek intubasi nyeri. Efek lainnya adalah dilatasi pembuluh darah kulit, dan peningkatan kerja jantung.

Pada sistem endokrin terjadi pengaruh pada sistem sentral melalui hypothalamus dan pituitari sehingga menghasilkan ACTH,TSH,FSH-LH,ADM. Sedangkan melalui sistem perifer langsung berefek pada organ untuk menghasilkan hormon-hormon insulin ,thyroxin , adrenalin , corticotropin ,estrogen ,progesteron,testosteron.Hormon-hormon inilah yang bekerja di tempat jauh dari yang dibekam.(tsb)


IBADAH SHALAT : TERAPI JIWA DAN RAGA

0
IBADAH SHALAT TERAPI JIWA DAN RAGA - Shalat merupakan perjalanan ruhani menuju Allah, Shalat merupakan aktifitas jiwa yang termasuk dalam kajian psikologi transpersonal, karena shalat adalah proses perjalanan spiritual yang penuk makna yang dilakukan oleh seorang hamba untuk menemui Tuhan Semesta Alam. 
Shalat dapat menjernihkan jiwa dan mengangkat peshalat/mushalli untuk mencapai taraf kesadaran yang lebih tinggi dan pengalaman puncak. Shalat memiliki kemampuan untuk mengurangi kecemasan. Dalam shalat, seseorang akan berusaha untuk menapaki jalan spiritual untuk mempertemukan diri atau Aku yang fana dengan kekuasaan Ilahiah (Divine Power) atau Aku yang kekal.
Allah berfirman : "Sesungguhnya Aku ini adalah Allah, tidak ada tuhan yang hak selain aku, maka sembahlah Aku dan dirikanlah shalat untuk mengingat Ku (Thaha, 20:14)"
.

Shalat adalah rangkaian ibadah yang memiliki keteraturan yang sangat istimewa. Bagi setiap muslim, shalat adalah sebuah kewajiban yang harus di lakukan sesuai petunjuk Al-Quran dan Sunnah. Di dalam ibadah ini berlangsung komunikasi ruhiah antara mushalli dan penciptanya secara langsung tanpa tabir apapun, suatu bentuk dialog antara ruh yang menempati jasmani dan Zat yang maha tinggi.
Setiap muslim yang menyadari rahasia shalat merasakan hubungan harmonis ini sebagai kebutuhan yang harus di penuhi, sama halnya dengan makan. setiap manusia butuh makan untuk memfungsikan semua organ di dalam diri-jasmaniah. begitu pula dengan shalat yang memberikan makanan yang butuhkan manusia untuk memungsikan organ-ruhiah.

Hampir setiap muslim dapat merasakan bahwa shalat yang di lakukan secara asal-asalan, hanya sekedar melepas kewajiban, tidak akan pernah bisa membentuk jati diri yang teratur, seimbang dan memiliki hubungan yang harmonis dengan dirinya sendiri, lingkungannya dan Tuhannya. di banding ibadah lain, ibadah shalat mempunyai kedudukan yang khusus dalam islam.

Banyak ayat Al-Quran yang menjelaskan tentang Shalat di antaranya : 

اتل مااوحي اليك من الكتاب واقم الصلاة ان الصلاة تنهى عن الفحشاءوالمنكر
Bacalah apa yang telah di wahyukan kepadamu, yaitu Al-Kitab (Al-Quran) dan dirikanlah shalat. sesungguhnya shalat itu mencegah dari (perbuatan-perbuatan) keji dan mungkar. Dan seungguhnya mengingat Allah (shalat) adalah lebih besar (keutamaannya daripada ibadah-ibadah yang lain). Dan Allah mengetahui apa yang kamu kerjakan (QS. Al-Angkabuut, 29:45)

Namun tentu saja shalat yang memberikan manfa'at hanyalah shalat yang khusyu', Sebagaimana Firman Allah tentang pentingnya shalat khusyu'  
حافظواعلى الصلوات والصلاة الوسطى وقوموالله قانتين
Peliharalah segala shalatmu, dan (peliharalah ) wustha. berdirilah karena Allah (dalam shalatmu) dengan khusyu' (QS. Al-Baqarah : 238)

Dalam Ayat lain : 
قدافلح الموْمنون الذين هم فى صلاتهم خاشعون والذين هم على صلواتهم يحافظـون 
Sesungguhnya beruntunglah orang-orang yang beriman, (yaitu) orang-orang yang khusyu' dalam shalatnya, dan orang-orang yang memelihara shalatnya. (QS. Al-Mukminun : 1,2 dan 9)

Bagaimana hubungan shalat dengan kesehatan jiwa dan raga?
Di tinjau dari Perspektif berbagai disiplin ilmu kesehatan, Tiap-tiap gerakan, sikap, Ucapan, setiap perubahan gerak dan sikap tubuh, serta pelaksanaan shalat tepat pada waktu yang di tentukan, akan memberikan efek pada kesehatan secara keseluruhan. Tiap-tiap gerakan, perubahan gerak dan sikap tubuh adalah olah raga ringan yang sangat teratur, setiap ucapan adalah afirmasi dan sugesti positif, setiap tuma'ninah adalah relaksasi, Hydroterapi dalam berwudhu'.
Oleh karenanya, gerakan dan sikap tubuh serta ucapan dalam shalat yang dilakukan Muslim secara rutin, pastilah juga memberikan efek pada kesehatan.

di bawah ini kami tulis Cara memasuki ibadah shalat dan dzikir agar mendapat kekhusyuan dalam versi Ustadz Abu Sangkan (Trainer Shalat Khusyu') yang akan berpengaruh pada Kekhusyuan dan kesehatan jiwa dan raga.

Prakteknya sebagai berikut :
  • Heningkaan pikiran Anda agar rileks. Usahakan tubuh Anda tidak tegang. Tak perlu mengkonsentrasikan pikiran sampai mengerutkan kening karena Anda akan merasakan pusing dan capek. jika terjadi seperti itu, kendorkan tubuh Anda sampai terasa nyaman kernbali.
  • Biarkan tubuh meluruh, agak dilernaskan, atau bersikap serileks mungkin.
  • Kemudian rasakan getaran kalbu yang bening dan sambungkan rasa itu kepada Allah. Biasanya kalau sudah tersambung, suasana sangat hening dan tenang, serta terasa getarannya menyelimuti jiwa dan fisik. Getaran jiwa inilah yang menyambungkan kepada Zat, yang menyebabkan pikiran tidak liar ke sana kemari.
  • Bangkitkan kesadaran diri, bahwa Anda sedang berhadapan dengan Zat Yang Maha Kuasa, Yang Meliputi Segala Sesuatu, Yang Maha Hidup, Yang Maha Suci clan Maha Agung. Sadari, bahwa Anda akan mernuja dan bersembah sujud kepada Nya serendah-rendahnya, menyerahkan segala apa yang ada pada diri Anda. Biarkan ruh Anda mengalir pergi, dengan suka rela menyerahkan diri : "Hidup dan matiku hanya untuk Allah semata".
  • Berniatlah dengan sengaja dan sadar sehingga muncul getaran rasa yang sangat halus dan kuat menarik ruhani meluncur ke hadirat Nya. Pada saat itulah ucapkan takbir "ALLAHU AKBAR. jagalah getaran rasa tadi dengan meluruskan niat," inni wajjahtu wajhiya lilladzi fatharassamawaati wal ardh, haniifan musliman wama ana minal musyrikin. "(sesungguhnya aku menghadap kepada wujud Zat yang menciptakan langit dan bumi, dengan selurus-lurusnya, dan aku bukan termasuk orang yang syirik). Rasakan kelurusan jiwa Anda yang terus bergetar menuju Allah. Setelah itu, menyerahlah secara total, inna shalati wanusuki wamahyaya wamamati lillahi rabbil'alamiin (sesungguhnya shalatku, ibadahku, hidupku, dan matiku hanya untuk Allah semata).
  • Rasakan keadaan berserah yang masih menyelimuti getaran jiwa Anda, dan mulailah perlahan-lahan 'membaca' setiap ayat dengan tartil Pastikan Anda masih merasakan getaran pasrah saat membaca ayat dihadapan Nya. Kemudian lakukanlah rukuk. Biarkan badan Anda membungkuk dan rasakan. Pastikan bahwa ruh Anda perlahan-lahan turut rukuk dengan perasann hormat dan pujilah Allah Yang Maha Agung dengan membaca: " subhaana rabbiyal adiimi wabihamdihi ". jika antara ruhani dengan fisik Anda telah seirama, maka getaran itu akan bertambah besar dan kuat, dan bertambah kuat pula kekhusyu'an yang terjadi.
  • Setelah rukuk, Anda berdiri kembali perlahan sambil mengucapkan pujian kepada Zat Yang Maha Mendengar: " samiallahu liman hamidah " (semoga Allah mendengar orang yang memujiNya). Kemudian, setelah kedua tangan diturunkan, ucapkan.. " rabbana wa lakal hamdu millussamawati wamil ul ardhiwamiluma syi'ta min syai in ba'du " (Ya Tuhan, milik Mu segala puji, sepenuh langit dan bumi dan sepenuh sesuatu yang Engkau kehendaki sesudah itu). Rasakan keadaan ini sampai ruhani Anda mengatakan dengan sebenarnya. jangan sampai sedikitpun tersisa dalam diri Anda rasa untuk ingin dipuji, yang terjadi adalah keadaan nol, tidak ada beban apa-apa kecuali rasa hening.
  • Kemudian secara perlahan sambil tetap berdzikir: "Allahu Akbar", bersujudlah serendah rendahnya. Biarkan tubuh Anda bersujud, rasakan sujud Anda agak lama. jangan mengucapkan pujian kepada Allah Yang Maha Suci, subhanallah wabihambidhi, sebelum ruh dan fisik Anda bersatu dalam satu sujudan. Biasanya terasa sekali ruhani ketika memuji Allah dan akan berpengaruh kepada fisk, menjadi lebih tunduk, ringan dan harmonis.
  • Selanjutnya, lakukanlah shalat seperti di atas dengan pelan-pelan, tuma'ninah pada setiap gerakan. Jika Anda melakukannya dengan benar, getaran jiwa akan bergerak menuntun fisik Anda. Sempurnakan kesadaran shalat Anda sampai salam.
Sehabis shalat, duduklah dengan tenang. Rasakan getaran yang masih membekas pada diri Anda. Ruhani Anda masih merasakan getaran takbir, sujud, rukuk, dan penyerahan diri secara total. Kemudian pujilah Allah dengan memberikan pujian itu langsung tertuju kepada Allah, agar jiwa kita mendapatkan energi llahi serta membersihkannya.
subhanallah ... subhanallah ... subhanallah...
alhamdulillah ... alhamdulillah ... alhamdulillah ...
laa ilaha illallah ... laa ilaha illallah ... laa ilaha illallah ...
Allahu akbar ... Allahu akbar ... Allahu akbar ...

Biasanya, setelah menyelesaikan shalat, getaran jiwa Anda akan berdzikir terus-menerus. Sebuah dzikir yang keluar bukan dari pikiran.
Anda akan merasakan getaran shalat kapan saja, sehingga suasananya menjadi sangat indah dan damai. Dan ketika waktu shalat tiba, getaran itu akan bertambah besar dan menjadi tempat persinggahan jiwa untuk mengisi getaran iman yang diperoleh dari shalat dengan khusyu'. Agar getaran jiwa itu tidak tertutup lagi, lakukaniah dzikrullah dalam setiap kesempatan. Firman Allah dalam surat An Nisa', 4 ayat 103:
"Maka apabila kamu telak menyelesaikan shalatmu,, ingatlah Allah di waktu berdiri, diwaktu duduk dan di waktu berbaring. Kemudian apabila kamu telah merasakan tenang,maka dirikanlah shalat (sebagaimana biasa). Sesungguhnya shalat itu adalah kewajiban yang ditentukan waktunya atas orang-orang yang beriman"

Berdizikir kepada Allah dalam setiap keadaan akan membantu Anda dalam membuka hijab yang terasa sulit ditembus. Allah telah memberikan jalan keluar, bahwa dengan cara berdizikir kepada Allah hati menjadi tenang. Maka dengan ketenangan jiwa itulah Anda akan mampu melepaskan jiwa Anda menuju kehadirat Ilahi dengan sangat mudah.

Khasiat Tanaman Cerme

0
Khasiat Tanaman Cerme - Cerme disebut Phyllanthus acidus (L) Skeels atau Cicca disticha L atau Phyllanthus distichus Muell. Arg. termasuk ke dalam famili tumbuhan Euphorbiaceae. Tanaman ini dikenal dengan nama daerah cerme, ceremoi, camin-camin, careme atau caremin.


cara menyembuhkan penyakit dengan cara alami

Sifat Kimiawi
Tumbuhan ini kaya dengan kandungan kimia, yang sudah diketahui antara lain :
  • kulit batang, kayu dan daun : tanin, flavonoida, saponin dan polifenol.
  • kayu : alkaloida.
  • akar : tanin, asam galus saponin (lupeol)
Efek Farmakologis : Dalam farmakologi Cina dan pengobatan tradisional lain disebutkan bahwa tanaman ini memiliki sifat; anti inflamasi, anti radang dan mencegah muntah. Biji dan akar merupakan ‘purgans’ yang kuat.

Bagian Tanaman Yang Digunakan : Efek farmakologi ini diperoleh dari penggunaan akar dan daun serta daun muda.

Penyakit Yang Dapat Disembuhkan Dan Cara Penggunaanya
Berdasarkan berbagai literatur yang mencatat pengalaman secara turun-temurun dari berbagai negara dan daerah, tanaman ini dapat menyembuhkan penyakit-penyakit sebagai berikut :
  • Urus-urus.
Daun sebanyak sekitar 3 gram, dicuci, dikeringkan, tumbuk halus, seduh dengan 1/2 gelas air matang panas. Dinginkan, minum sekaligus dengan ampasnya.
  • Mual. Beberapa daun dikunyah, airnya ditelan, ampasnya dibuang.
  • Asma. Beberapa akar kering (1 gr) digiling halus, seduh dengan air panas, minum. Hati-hati karena akar beracun.
  • Sariawan. Beberapa daun muda dikunyah, airnya ditelan, ampasnya dibuang.
  • Bubulen. Beberapa akar segar ditumbuk, tempelkan ke tempat yang sakit.
  • Kegemukan. Minum teh dari daun cerme yang dikeringkan. Penggunaan harus secara terbatas dan hati-hati karena ada efek samping.