IBADAH SHALAT : TERAPI JIWA DAN RAGA

IBADAH SHALAT TERAPI JIWA DAN RAGA - Shalat merupakan perjalanan ruhani menuju Allah, Shalat merupakan aktifitas jiwa yang termasuk dalam kajian psikologi transpersonal, karena shalat adalah proses perjalanan spiritual yang penuk makna yang dilakukan oleh seorang hamba untuk menemui Tuhan Semesta Alam. 
Shalat dapat menjernihkan jiwa dan mengangkat peshalat/mushalli untuk mencapai taraf kesadaran yang lebih tinggi dan pengalaman puncak. Shalat memiliki kemampuan untuk mengurangi kecemasan. Dalam shalat, seseorang akan berusaha untuk menapaki jalan spiritual untuk mempertemukan diri atau Aku yang fana dengan kekuasaan Ilahiah (Divine Power) atau Aku yang kekal.
Allah berfirman : "Sesungguhnya Aku ini adalah Allah, tidak ada tuhan yang hak selain aku, maka sembahlah Aku dan dirikanlah shalat untuk mengingat Ku (Thaha, 20:14)"
.

Shalat adalah rangkaian ibadah yang memiliki keteraturan yang sangat istimewa. Bagi setiap muslim, shalat adalah sebuah kewajiban yang harus di lakukan sesuai petunjuk Al-Quran dan Sunnah. Di dalam ibadah ini berlangsung komunikasi ruhiah antara mushalli dan penciptanya secara langsung tanpa tabir apapun, suatu bentuk dialog antara ruh yang menempati jasmani dan Zat yang maha tinggi.
Setiap muslim yang menyadari rahasia shalat merasakan hubungan harmonis ini sebagai kebutuhan yang harus di penuhi, sama halnya dengan makan. setiap manusia butuh makan untuk memfungsikan semua organ di dalam diri-jasmaniah. begitu pula dengan shalat yang memberikan makanan yang butuhkan manusia untuk memungsikan organ-ruhiah.

Hampir setiap muslim dapat merasakan bahwa shalat yang di lakukan secara asal-asalan, hanya sekedar melepas kewajiban, tidak akan pernah bisa membentuk jati diri yang teratur, seimbang dan memiliki hubungan yang harmonis dengan dirinya sendiri, lingkungannya dan Tuhannya. di banding ibadah lain, ibadah shalat mempunyai kedudukan yang khusus dalam islam.

Banyak ayat Al-Quran yang menjelaskan tentang Shalat di antaranya : 

اتل مااوحي اليك من الكتاب واقم الصلاة ان الصلاة تنهى عن الفحشاءوالمنكر
Bacalah apa yang telah di wahyukan kepadamu, yaitu Al-Kitab (Al-Quran) dan dirikanlah shalat. sesungguhnya shalat itu mencegah dari (perbuatan-perbuatan) keji dan mungkar. Dan seungguhnya mengingat Allah (shalat) adalah lebih besar (keutamaannya daripada ibadah-ibadah yang lain). Dan Allah mengetahui apa yang kamu kerjakan (QS. Al-Angkabuut, 29:45)

Namun tentu saja shalat yang memberikan manfa'at hanyalah shalat yang khusyu', Sebagaimana Firman Allah tentang pentingnya shalat khusyu'  
حافظواعلى الصلوات والصلاة الوسطى وقوموالله قانتين
Peliharalah segala shalatmu, dan (peliharalah ) wustha. berdirilah karena Allah (dalam shalatmu) dengan khusyu' (QS. Al-Baqarah : 238)

Dalam Ayat lain : 
قدافلح الموْمنون الذين هم فى صلاتهم خاشعون والذين هم على صلواتهم يحافظـون 
Sesungguhnya beruntunglah orang-orang yang beriman, (yaitu) orang-orang yang khusyu' dalam shalatnya, dan orang-orang yang memelihara shalatnya. (QS. Al-Mukminun : 1,2 dan 9)

Bagaimana hubungan shalat dengan kesehatan jiwa dan raga?
Di tinjau dari Perspektif berbagai disiplin ilmu kesehatan, Tiap-tiap gerakan, sikap, Ucapan, setiap perubahan gerak dan sikap tubuh, serta pelaksanaan shalat tepat pada waktu yang di tentukan, akan memberikan efek pada kesehatan secara keseluruhan. Tiap-tiap gerakan, perubahan gerak dan sikap tubuh adalah olah raga ringan yang sangat teratur, setiap ucapan adalah afirmasi dan sugesti positif, setiap tuma'ninah adalah relaksasi, Hydroterapi dalam berwudhu'.
Oleh karenanya, gerakan dan sikap tubuh serta ucapan dalam shalat yang dilakukan Muslim secara rutin, pastilah juga memberikan efek pada kesehatan.

di bawah ini kami tulis Cara memasuki ibadah shalat dan dzikir agar mendapat kekhusyuan dalam versi Ustadz Abu Sangkan (Trainer Shalat Khusyu') yang akan berpengaruh pada Kekhusyuan dan kesehatan jiwa dan raga.

Prakteknya sebagai berikut :
  • Heningkaan pikiran Anda agar rileks. Usahakan tubuh Anda tidak tegang. Tak perlu mengkonsentrasikan pikiran sampai mengerutkan kening karena Anda akan merasakan pusing dan capek. jika terjadi seperti itu, kendorkan tubuh Anda sampai terasa nyaman kernbali.
  • Biarkan tubuh meluruh, agak dilernaskan, atau bersikap serileks mungkin.
  • Kemudian rasakan getaran kalbu yang bening dan sambungkan rasa itu kepada Allah. Biasanya kalau sudah tersambung, suasana sangat hening dan tenang, serta terasa getarannya menyelimuti jiwa dan fisik. Getaran jiwa inilah yang menyambungkan kepada Zat, yang menyebabkan pikiran tidak liar ke sana kemari.
  • Bangkitkan kesadaran diri, bahwa Anda sedang berhadapan dengan Zat Yang Maha Kuasa, Yang Meliputi Segala Sesuatu, Yang Maha Hidup, Yang Maha Suci clan Maha Agung. Sadari, bahwa Anda akan mernuja dan bersembah sujud kepada Nya serendah-rendahnya, menyerahkan segala apa yang ada pada diri Anda. Biarkan ruh Anda mengalir pergi, dengan suka rela menyerahkan diri : "Hidup dan matiku hanya untuk Allah semata".
  • Berniatlah dengan sengaja dan sadar sehingga muncul getaran rasa yang sangat halus dan kuat menarik ruhani meluncur ke hadirat Nya. Pada saat itulah ucapkan takbir "ALLAHU AKBAR. jagalah getaran rasa tadi dengan meluruskan niat," inni wajjahtu wajhiya lilladzi fatharassamawaati wal ardh, haniifan musliman wama ana minal musyrikin. "(sesungguhnya aku menghadap kepada wujud Zat yang menciptakan langit dan bumi, dengan selurus-lurusnya, dan aku bukan termasuk orang yang syirik). Rasakan kelurusan jiwa Anda yang terus bergetar menuju Allah. Setelah itu, menyerahlah secara total, inna shalati wanusuki wamahyaya wamamati lillahi rabbil'alamiin (sesungguhnya shalatku, ibadahku, hidupku, dan matiku hanya untuk Allah semata).
  • Rasakan keadaan berserah yang masih menyelimuti getaran jiwa Anda, dan mulailah perlahan-lahan 'membaca' setiap ayat dengan tartil Pastikan Anda masih merasakan getaran pasrah saat membaca ayat dihadapan Nya. Kemudian lakukanlah rukuk. Biarkan badan Anda membungkuk dan rasakan. Pastikan bahwa ruh Anda perlahan-lahan turut rukuk dengan perasann hormat dan pujilah Allah Yang Maha Agung dengan membaca: " subhaana rabbiyal adiimi wabihamdihi ". jika antara ruhani dengan fisik Anda telah seirama, maka getaran itu akan bertambah besar dan kuat, dan bertambah kuat pula kekhusyu'an yang terjadi.
  • Setelah rukuk, Anda berdiri kembali perlahan sambil mengucapkan pujian kepada Zat Yang Maha Mendengar: " samiallahu liman hamidah " (semoga Allah mendengar orang yang memujiNya). Kemudian, setelah kedua tangan diturunkan, ucapkan.. " rabbana wa lakal hamdu millussamawati wamil ul ardhiwamiluma syi'ta min syai in ba'du " (Ya Tuhan, milik Mu segala puji, sepenuh langit dan bumi dan sepenuh sesuatu yang Engkau kehendaki sesudah itu). Rasakan keadaan ini sampai ruhani Anda mengatakan dengan sebenarnya. jangan sampai sedikitpun tersisa dalam diri Anda rasa untuk ingin dipuji, yang terjadi adalah keadaan nol, tidak ada beban apa-apa kecuali rasa hening.
  • Kemudian secara perlahan sambil tetap berdzikir: "Allahu Akbar", bersujudlah serendah rendahnya. Biarkan tubuh Anda bersujud, rasakan sujud Anda agak lama. jangan mengucapkan pujian kepada Allah Yang Maha Suci, subhanallah wabihambidhi, sebelum ruh dan fisik Anda bersatu dalam satu sujudan. Biasanya terasa sekali ruhani ketika memuji Allah dan akan berpengaruh kepada fisk, menjadi lebih tunduk, ringan dan harmonis.
  • Selanjutnya, lakukanlah shalat seperti di atas dengan pelan-pelan, tuma'ninah pada setiap gerakan. Jika Anda melakukannya dengan benar, getaran jiwa akan bergerak menuntun fisik Anda. Sempurnakan kesadaran shalat Anda sampai salam.
Sehabis shalat, duduklah dengan tenang. Rasakan getaran yang masih membekas pada diri Anda. Ruhani Anda masih merasakan getaran takbir, sujud, rukuk, dan penyerahan diri secara total. Kemudian pujilah Allah dengan memberikan pujian itu langsung tertuju kepada Allah, agar jiwa kita mendapatkan energi llahi serta membersihkannya.
subhanallah ... subhanallah ... subhanallah...
alhamdulillah ... alhamdulillah ... alhamdulillah ...
laa ilaha illallah ... laa ilaha illallah ... laa ilaha illallah ...
Allahu akbar ... Allahu akbar ... Allahu akbar ...

Biasanya, setelah menyelesaikan shalat, getaran jiwa Anda akan berdzikir terus-menerus. Sebuah dzikir yang keluar bukan dari pikiran.
Anda akan merasakan getaran shalat kapan saja, sehingga suasananya menjadi sangat indah dan damai. Dan ketika waktu shalat tiba, getaran itu akan bertambah besar dan menjadi tempat persinggahan jiwa untuk mengisi getaran iman yang diperoleh dari shalat dengan khusyu'. Agar getaran jiwa itu tidak tertutup lagi, lakukaniah dzikrullah dalam setiap kesempatan. Firman Allah dalam surat An Nisa', 4 ayat 103:
"Maka apabila kamu telak menyelesaikan shalatmu,, ingatlah Allah di waktu berdiri, diwaktu duduk dan di waktu berbaring. Kemudian apabila kamu telah merasakan tenang,maka dirikanlah shalat (sebagaimana biasa). Sesungguhnya shalat itu adalah kewajiban yang ditentukan waktunya atas orang-orang yang beriman"

Berdizikir kepada Allah dalam setiap keadaan akan membantu Anda dalam membuka hijab yang terasa sulit ditembus. Allah telah memberikan jalan keluar, bahwa dengan cara berdizikir kepada Allah hati menjadi tenang. Maka dengan ketenangan jiwa itulah Anda akan mampu melepaskan jiwa Anda menuju kehadirat Ilahi dengan sangat mudah.

Bahagia Dengan Saling Berbagi, Bersyukur Dan Menerima Dengan Ikhlas Qodha Dan Qodar-Nya, Sabar Menjalani Proses Dalam Hidup Dan Pasrah Pada Kehendak-Nya

Artikel Terkait

Previous
Next Post »