HIKMAH DUDUK IFTIROSY

doa duduk diantara dua sujud
Hikmah duduk iftirosy Versi ulama salaf adalah bahwasanya mushalli dalam selain duduk akhir, pada biasanya bersiap-siap untuk bergerak berbeda dengan duduk akhir (mushalli tidak bersiap-siap untuk bergerak) sedangkan bergerak setelah duduk iftirosy itu lebih mudah (daripada bergerak setelah duduk tawarruk). (Hasyiyatus Syarqowi, juz-1 hal. 209).

Catatan : di sebut iftirosy karena mushalli menjadikan atau meletakkan kakinya seperti lemek/alas tidur, sebagaimana di namakan duduk tawarruk karena mushalli duduk di atas pantat.

Keterangan senada dalam kitab :
I’anatut Thalibin juz-1 hal. 167
Al-Bajury juz-1 hal. 178
Mughnil Muhtaj, juz-1 hal. 171

Duduk iftirosy dalam pandangan Ustadz Abu Sangkan

Setelah sujud, kita kembali ke posisi duduk sambil mengucapkan : "Allabu akbar". Diharapkan kita dapat mempertahankan posisi jiwa tetap berada di atas, selalu berada dalam keadaan mi’raj dan selalu ada di dalam kesadaran sedang berada dihadapan Nya (ihsan). Sikap ihsan ini tidak akan bisa terjadi dengan menciptakan suasana tertentu di dalam pikiran. Ihsan baru benar-benar bisa terjadi karena adanya kekuatan yang membawa kita pada posisi seperti ini, sehingga kita tidak sibuk dan capek untulk menciptakan suasana (conditioning). Kita bukan mengadakan, bukan menciptakan, tetapi rasa ihsan akan ada begitu saja karena adanya nur ilahi yang memancar kepada jiwa. jadi kita hanya diterangi, dibawa, diperjalankan. Kita bukanlah membuat shalat menjadi enak, tetapi shalatlah yang menjadikan kita enak dan nyaman.
Pada posisi duduk iftirasy ini, Rasulullah melakukannya lama sekali sehingga dikira beliau lupa,oleh jamaah di belakangnya. Bisa
dipahami mengapa Rasulullah begitu lama melakukannya.Didalamnya terdapat bacaan doa yang mengajak kita untuk berkomunikasi
kepada Allah, meminta pertimbangan, memohon kesejahteraan, dan kesehatan maupun ampunan. Secara psikologis manusia akan
merasa lega setelah melampiaskan persoalan yang menghimpitnya kepada sahabat yang paling dekat. la akan merasa puas apabila
sang sahabat memberikan tanggapan dan empati yang menenangkan, menghibur dan memberinya jalan keluar. Keadaan itu masih terasa sampai ke esok harinya. Persoalan dalam dadanya terasa dicabut.
Saat kita mengatakan kepada Allah : " Ya Allah ampuni aku ", diamlah sejenak. Biarkan sampai Anda merasakan sesuatu yang
mengalir, seolah Anda sedang menunggu respons yang membuat dada Anda seperti diberi energi yang menyejukkan. Lanjutkan :"Ya
Allah rahmati Aku, lalu diam lagi sejenak, sehingga Anda benar-benar bisa membedakan energi yang mengalir antara kata-kata yang satu dengan yang lainnya.
" Ya Allah beri aku jalan mendapatkan rizki", ...biarkan Anda berpikir nol (zero mind) agar mampu menangkap getaran ilham. llham itu akan turun spontan ke dalam pikiran spiritual Anda berupa insight, yaitu suatu bahasa setitik (enlightment) tetapi mengandung ilmu pengetahuan yang sangat luas. Dia datang dengan pengertian yang tiba-tiba, bukan hasil lamunan, yaitu sebuah keputusan yang jelas dan tidak meragukan. Biasanya suasana ilham itu masih terasa saat dibawa ke dalam aktivitas di luar shalat. Hal ini baik bagi orangorang yang sibuk serta banyak memerlukan inspirasi dan kreasi dalam menjalankan pekerjaannya. Rasulullah telah rnempraktekannya, Di saat beliau mengalami kebuntuan di dalam menjalankan strategi dakwahnya serta mendapat serangan dan ancaman kaum yang memusuhinya, maka beliau segera melakukan shalat dua raka'at. Lanjutkan memohon : "Ya Allah berilah saya informasi dan petunjuk (hidayah)". Lalu diamlah sambil menyampaikan apa yang menjadi persoalan kita. Tunggu keputusan Allah yang akan disampaikan melalui getaran ilham (kalam), atau tuntunan (isymat) yang terkadang disampaikan melalui tanda alam sambil dibarengi perasaan yang jelas. Atau lebih enak lagi kalau disampaikan berupa keadam yang sebenarnya (kasyaf), dimana kita. ditampakkan keadaan dengan gambar yang jelas tanpa hijab (clear voyance). Apa pun bentuknya, sernua petunjuk itu adalah baik dan berguna. Tetapi jangan mengatur kehendak Allah, biarkan Dia yang menuntun dengan kemauan- Nya yang haq. Kemudian kita lanjutkan dialog kita dengan mengatakan: "Ya Allah mohon kesembuhan (afiat)". Pikirkan bagian tubuh kita yang terasa sakit, lalu sampaikan rasa sakit tersebut sehingga Anda merasakan ada respons getaran yang mengalir terhadap bagian yang sakit itu.
Pelan-pelan akan terasa berkurang rasa sakitnya. jangan memaksa Allah dalam melakukan penyembuhan terhadap sakit Anda, kita
diminta untuk berserah diri. Kalaupun Allah menolak untuk menyembuhkan, itu pun akan disampaikan melalui shalat Anda dan Anda pun dipersiapkan (dialiri rasa bersedia oleh Allah) untuk menerima atas keputusan Allah tersebut, sehingga sakit bukan lagi sebagai siksaan tetapi menjadi sarana untuk menyerahkan diri dengan serela-relanya. Kemudian tutuplah dengan :"Ya Allah ampuni aku".

Praktek duduk iftirosy/Duduk di antara dua sujud

Duduklah dengan tenang dan berdialoglah dengan Allah dengan sebenar-benarnya.
Rabbighfirli. Diamlah sampai Anda merasakan respons ampunan Nya.
Warhamni. Diamlah sampai ada aliran rasa kasih menelusup ke dalam jiwa.
Wajburni. Diamlah, biarkan energi llahi membenahi kekurangan dan kelemahan kita.
Warfa'ni. Diamlah sejenak agar Allah mengangkat martabat kita.
Warzuqni. Diamlah, Bukan melamun tetapi menyampaikan hajat kita tentang persoalan rizki dan usaha kita.
Pastikan sampai ada pencerahan tentang jalan keluar maupun kabar gembira dari Allah.
Wahdini. Mohonlah petunjuk dengan penuh kesadaran dan menunggu informasi yang kita butuhkan.
Wa ‘afini. Serahkanlah kontrol atas kesehatan tubuh yang tampak maupun yang tidak tampak Rasakan munculnya perubahan-perubahan secara fisik atau berkurangnya rasa sakit.
Wa'fu'anni. Haturkan permohonan maaf kepada Allah dengan sepenuh jiwa, agar renspon maaf dari Allah itu dikirimkan ke damaian jiwa sehingga kita bisa merasakan kelegaan yang luar biasa.

Demikian sedikit penjelasan Ustadz abu Sangkan yang termaktub dalam buku “Pelatihan Shalat Khusuk

Bahagia Dengan Saling Berbagi, Bersyukur Dan Menerima Dengan Ikhlas Qodha Dan Qodar-Nya, Sabar Menjalani Proses Dalam Hidup Dan Pasrah Pada Kehendak-Nya

Artikel Terkait

Previous
Next Post »

1 komentar:

Write komentar
17 Maret, 2013 delete

Begitu luar biasanya ibadah shalat, dari segala sisi ada kajian tersendiri

Reply
avatar