Sejarah Terapi Ruqyah

Sejarah Terapi Ruqyah - Masalah ruqyah terkadang masih menjadi kontroversi diantara sebagian umat islam, permasalahan ini sebenarnya hal yang wajar. Permasalahan tentang perbedaan berkisar tentang masalah boleh tidaknya melakukan ruqyah dan apa memang dizaman Nabi ada sejarahnya?. 


Kalau kita lihat sejarah sebenarnya memang ada, ada sebuah riwayat di mana sekelompok sahabat Rasul saw. pergi menempuh suatu perjalanan hingga sampai di satu kampung. Di dalam perjalanan mereka memohon untuk dijamu karena pada saat itu mereka lagi kehabisan perbekalan. Namun, penduduk kampung tersebut tidak mau menjamu akhirnya rombongan Nabi tersebut pergi. Tak lama kemudian, kepala kampung tersebut terkena gigitan kalajengking. Maka, penduduk kampung mulai berusaha mengobatinya, namun tidak berhasil. Ada di antara mereka yang berkata, “Coba temui rombongan tadi yang lewat. Boleh jadi ada di antara mereka yang memiliki sesuatu (untuk mengobati).” Segera saja sejumlah orang menemui para sahabat seraya berkata, “Wahai rombongan, pimpinan kami tergigit. Kami berupaya mencari obatnya namun belum berhasil. Adakah di antara kalian yang bisa berbuat sesuatu?”

Singkat cerita di antara sahabat ada yang mau melakukan ruqyah dengan syarat mereka dapat jamuan. Salah satu sahabat Nabi pun mencoba mengobatinya dengan meludahi anggota badan yang tergigit dan membaca surat al-Fatihah sehingga orang yang sakit tadi tidak lama kemudian sembuh dari sakitnya dan sahabat tadi mendapat hadiah. Ketika hal ini diberitahukan kepada Rasul saw. beliau membenarkan (Lihat H.R. Bukhari dan Muslim).

Dalam riwayat Abdurrahman ibn Abu Layla dari ayahnya yang berkata bahwa Rasulullah pernah meruqyah orang yang kesurupan dengan membaca sejumlah ayat hingga sembuh (H.R. Ibn Hibban).
2. Apabila tubuh orang yang diruqiyah menggelepar-gelepar bisa saja hal itu disebabkan oleh raksi jin yang sedang menyusup ke tubuhnya.
3. Walaupun manusia makhluk yang lebih tinggi, namun jin bisa masuk ke dalam tubuh manusia dan menguasainya. Sebagai buktinya, orang yang kesurupan tiba-tiba bisa berbahasa Cina, Arab, dsb, padahal ia tidak memiliki kemampuan tersebut. Juga tenaga menjadi luar biasa.

Dalam riwayat jin atau setan terdapat pada aliran darah setiap manusia seperti disebutkan dalam hadis riwayat Bukhari. Artinya, sejak manusia lahir setan membuntutinya. Namun, bagi mereka yang banyak berzikir dan mengingat Allah dengan penuh iman, jin dan setan tidak mempunyai kesempatan untuk menggoda dan menguasainya. Namun, jika manusia dalam kondisi jiwa yang labil atau pikiran tidak begitu konsentrasi dalam artian sering melamun sendiri dan apalagi jarang mengingat Allah maka dengan mudah jin atau setan menggangunya. Dan yang lebih fatal kalau seseorang suka pergi ke tempat-tempat yang dikeramatkan, ketika itulah jin dengan mudahnya mempengaruhinya. Dan perlu diketahui sebenarnya setiap manusia ada seorang Jin yang menghuni tubuh kita yang bernama Qorin sebagai khodamnya.
Wallahu a’lam bi al-shawaab




Sumber: http://id.shvoong.com/

Bahagia Dengan Saling Berbagi, Bersyukur Dan Menerima Dengan Ikhlas Qodha Dan Qodar-Nya, Sabar Menjalani Proses Dalam Hidup Dan Pasrah Pada Kehendak-Nya

Artikel Terkait

Previous
Next Post »