HIKMAH RUKUK DALAM SHALAT

HIKMAH RUKUK DALAM SHALAT. 
KEAJAIBAN RUKUK, KEUTAMAAN RUKUK, MANFAAT RUKUK BAGI KESEHATAN
Salah satu dari rukun shalat adalah Ruku' karena ada perintah dari Al-Quran yang berbunyi : "Wahai orang-orang yang beriman, ruku'lah kamu" (Surat Al-Hajj: 77). 
Dan karena ada hadits yang di riwayatkan oleh Imam Bukhori dan Muslim yaitu hadits yang menceritakan tentang orang yang tidak bisa shalat Rasululallah SAW. bersabda : "Apabila kamu menghadap kiblat maka bertakbirlah kemudian bacalah Ummul Quran (Al-Fatihah) dan lakukan hal itu dalam setiap raka'at". (Tuhfatut Thullab hal. 22).

maksud dari firman Allah "warka'uu ma'ar Roki'iina" adalah Shalatlah kamu sekalian shalat lima waktu beserta orang-orang yang shalat yaitu jama'ahnya Nabi SAW dan para sahabat beliau. Allah SWT. menentukan sebuah ruku' karena untuk mendorong orang-orang yahudi agar melaksanakan shalat seperti shalatnya orang-orang muslim, karena shalatnya orang yahudi itu tidak ada ruku'nya. jadi seakan-akan Allah berfirman : Shalatlah kamu sekalian shalat yang mempunyai ruku' beserta jema'ah yaitu Nabi Muhammad SAW dan para sahabatnya" (Tafsir Nawawi, juz-1 hal. 12)

Rukuk Versi Abu Sangkan
" Nabi bersabda: tidak sempurna shalat seseorang hingga diluruskannya belakangnya diwaktu ruku' dan di waktu sujud. " (HR. Abu Dawud dan Tirmizi).
Kita sering menganggap, bahwa gerakan-gerakan shalat bukan bagian dari pekerjaan shalat sehingga kita hanya berkonsentrasi pada bacaannya saja untuk kemudian cepat-cepat menyelesaikannya. Padahal rukuk merupakan rukun dari shalat itu sendiri sehingga diperlukan gerakan yang sempurna dan tuma'ninab. Mari kita buang pandangan lama kita tentang shalat.
Sebenarnya kita melakukan shalat adalah untuk melatih ruhani dan fisik, sebagaimana orang-orang melatih dirinya dengan meditasi
yoga atau yang lainnya, sehingga kita mendapatkan dampak yang baik setelah menjalankan shalat, baik secara kejiwaan maupun
jasmani. Karena itu, rukuklah dengan sempurna.
jika sikap rukuk ini dilaksanakan secara sempurna maka penyakit yang bersumber pada ruas tulang belakang dapat dihindari, seperti nyeri tulang belakang (acute lumbago) dan nyeri bahu(displacement of the cervical colum with humero scapular periarthitis)12. Sementara itu, jiwa menjadi tenang dan tunduk mengikuti kemauan penciptanya.

Praktek rukuk
Sambil mengucapkan takbir: "Allahu Akbar", dengan kesadaran sang Aku tetap berada di atas tubuh, rukuklah pada posisi rukuk,
kedua kaki merapat dan kedua tangan memegang kedua lutut berdampingan. Demikian pula halnya dengan tumit, keduanya harus
sejajar. Kedua lutut harus diluruskan dan dirapatkan. Dagu diletakkan di atas tulang dada. Selanjutnya, badan dilengkungkan dengan dahi ke arah lutut. Lakukan dengan sikap sernpurna sampai Anda rnerasakan ada tarikan otot di belakang lutut Anda.
Posisi rukuk ini melenturkan tulang belakang, menggerakkan otot-otot yang kaku serta mengendorkan ruas-ruas tulang belakang agar tulang belakang kernbali sesuai dengan anatorninya. Latihan ini akan membuat Anda. berada dalarn posisi istirahat. Tulang-tulang kernbali pada. tempatnya yang tentunya akan menyehatkan Anda. Biarkan beberapa saat sehingga Anda benar-benar pada posisi istirahat dan rileks ini.
Sikap ini harus ditanjutkan dengan melatih jiwa kita dengan terapi kalimat yang penting dalarn bacaan rukuk. Pengulangan kalimat ini
mengandung vibrasi yang sangat kuat dalarn mempengaruhi kejiwaan kita, apabila dilakukan dengan benar dan bersikap meditatif.
subhanarabiyal ‘adhimi wabihamdihi,
subhanarabiyal ‘adhimi wabihamdihi,
subhanarabiyal ‘adhimi wabihamdihi,
Lalu diamlah sehingga Anda benar-benar merasakan getaran yang dkandung kalimat tersebut,bahwa Maha Suci Tuhan Yang Maha
Agung dan dengan segala pujian bagi Nya. Keadaan ini akan membuat Anda menjadi nol kembali, seperti alam, dimana alam bergerak tanpa kemauan dirinya. Alam hanya bergerak mengikuti nalurinya yang dikendalikan oleh Yang Maha Besar. Kita akan menjadi nol seperti bayi ! Inilah keadaan yang dicari orang dalam meditasi tai chi yaitu tao (kosong tapi ada).

Bahagia Dengan Saling Berbagi, Bersyukur Dan Menerima Dengan Ikhlas Qodha Dan Qodar-Nya, Sabar Menjalani Proses Dalam Hidup Dan Pasrah Pada Kehendak-Nya

Artikel Terkait

Previous
Next Post »