HIKMAH SUJUD DALAM SHALAT DAN PENGARUHNYA PADA KESEHATAN

hikmah shalat, keajaiban sujud
HIKMAH SUJUD DALAM SHALAT DAN PENGARUHNYA PADA KESEHATAN - Adanya sujud dalam shalat di ulangi dua kali, tidak seperti rukun-rukun lainnya karena untuk menghina iblis dan kawan-kawan, dimana iblis tidak mau sujud pada Nabi Adam as. Dan karena dalam sujud itu terdapat tambahan rendah diri yaitu dengan meletakkan dahi/kepala di atas tempat terinjaknya kaki yang menyebabkan di terimanya do’a (Ar-Riyadhul Badi’ah, hal. 35)

Iblis tidak menggoda manusia dari atas dan bawah, ini menjadi satu hikmah pada kita dan memiliki sebuah filosofi ketika kita merendahkan diri serendah-rendahnya di hadapan allah maka allah akan meninggikan kita sebaliknya, ketika kita meninggikan diri di hadapan allah dengan sifat sombong adn takabur maka akan allah akan merendahkan kita serendah-rendahnya. Bawah dan atas adalah jalur akses berspiritual seorang hamba dan Tuhannya.
Ada juga yang berpendapat : sesungguhnya meletakkan wajah di atas bumi itu terdapat hikmah yang teramat dalam, karena wajah merupakan anggota badan yang paling mulia. Lafadz Al-Wajhu di ambil dari masdar lafadz wajaha yang berarti pangkat atau kedudukan, dengan meletakkan wajah di atas bumi berarti seseorang menampakkan kehinaan dan kerendahan dirinya di hadapan Allah azza wajalla Dzat penolong dan memalingkan hatinya jauh dari kedudukan dunia agar mempunyai kedudukan di sisi Allah ta’ala. Karena merasa hina dan sikap rendah diri kepada kepada Allah adalah suatu kemuliaan dan kebanggaan.

Sesungguhnya dalam sujud terdapat keistimewaan yang sangat luar biasa yaitu apabila manusia selalu menetapi sujud dalam shalat lima waktu berarti ia selalu dekat kepada Allah yang telah berfirman : wasjud waqtarib “sujudlah dan mendekatlah dirimu kepada allah” (Hikmatust Tasyri’ wa falsafatuna, juz-1 hal.116)
hikmah shalat, keajaiban shalat
Imam Al-Iroqi dalam kitab syarah At-Tirmidzi mengungkapkan beberapa hikmah sujud :
  1. Sesungguhnya hamba (mushalli) itu di perintah memperbanyak doa pada waktu sujud sebagaimana perintah yang terdapat di akhir hadits: keadaan yang paling mendekatkan hamba kepada Tuhannya adalah pada saat sujud, maka dari itu perbanyaklah do’a pada waktu sujud.” Allah SWT sangat dekat orang-orang yang meminta sebagaimana telah di firmankan dalam Al-Quran : “dan apabila hamba ku bertanya kepadamu tentang aku maka jawablah, bahwasanya aku adalah dekat, aku mengabulkan permohonan orang yang berdo’a apabila ia memohon kepada-Ku" (Al-Baqarah : 186)
  2. Keadaan sujud adalah sikap rendah diri, hina dina dan kerendahan hati, karena orang yang sujud itu mengguling-gulingkan wajahnya pada debu (tempat sujud). Ibnu mas’ud berkata : tak ada keadaan hamba yang paling di cintai allah taa’ala daripada keadaan hamba yang sedang mengguling-gulingkan wajahnya”. Hadits di riwayatkan oleh Imam Thobroni dengan sanad hasan.
  3. Sujud adalah ibadah yang pertama kali di perintah allah setelah menciptakan Nabi Adam AS jadi orang yang mendekatkan diri kepada allah dengan ibadah sujud itu lebih dekat daripada ibadah lainnya.
  4. Sesungguhnya dalam sujud terdapat mukhalafah, perbedaan dengan Iblis yang telah durhaka kepada allah. Dalam dosa pertama yang ia lakukan yaitu takabur, sombong dan enggan bersujud kepada Nabi Adam as. (Al-Fathur Rabbaniyah, juz-2 hal. 273).
KEAJAIBAN SUJUD, KEUTAMAAN SUJUD, MANFAAT SUJUD
Praktek Sujud menurut Ustadz Abu Sangkan

Sujud merupakan puncak dari perjalanan ruhani kita. Pada saat itu, kita lepas dari seluruh ikatan duniawi, lepas dari apa yang kita miliki, dan lepas dari pengakuan-pengakuan diri. Kita adalah hamba yang hanya menerima kuasa Nya, dihidupkan, dinafaskan, diimankan, ditundukkan,digerakkan, ditakwakan, diislarnkan, dilembutkan, ditenangkan, diterangkan, dimatikan dan diperjalankan menuju kehadirat Nya. Nabi bersabda, bahwa dari seluruh gerakan shalat, di dalam sujud inilah saat yang paling dekat dengan Allah secara emosional. Posisi sujud mempunyai dampak positif baik secara fisik maupun spiritual. Pada saat sujud, seseorang disadarkan bahwa dirinya adalah makhluk yang rendah, makhluk yang lemah. Kemudian diperkuat dengan terapi kalimat yang memiliki getaran transendental yang akan membawa orang semakin masuk ke dalam diri yang bening:
"subhanarabiyal a'la wabihamdihi" Maha Suci Tuhan Yang Maha Tinggi dan Maha Terpuji.

Profesor Hembing menjelaskan, bahwa pada gerakan sujud, semua otot akan berkontraksi. Akibatnya bukan saja otot-otot akan menjadi besar dan kuat, tetapi juga membuat urat-urat darah seperti pembuluh nadi (arteria) dan pembuluh darah balik (venae), serta urat-urat getah bening (lympha) akan terpijat atau terurut, sehingga membuat peredaran darah dan lympha menjadi lancar. Beliau juga menegaskan bahwa sujud sangat baik untuk membantu pekerjaan jantung dan menghindarkan mengerutnya dinding-dinding pembuluh darah (arteriosclerosis). Waktu sujud, darah dikirim ke otak, berkumpul di otak dan mengalirkan kebutuhan oksigen untuk otak. Oksigen ini sangat dibutuhkan otak. Menurut ahli kesehatan, otak membutuhkan 20 persen oksigen dari seluruh oksigen yang masuk ke dalam tubuh. Setelah sujud, terus duduk (iftirasy) atau berdiri kembali sehingga darah turun dari otak kembali lagi ke seluruh tubuh sesuai dengan fisiologi tubuh. Proses sirkulasi darah itu mengangkut darah yang baru untuk memberikan zat pembakar (oksigen) kepada jaringan-jaringan tubuh
Di dalam shalat yang dilakukan sendiri, sering Nabi melakulkan sujud lama sekali sehingga diriwayatkan beliau memiliki tubuh yang sehat dan ideal. Padahal beliau melakukan aktivitas yang sangat padat dan berat. Bagi beliau, shalat merupakan tempat mengistirahatkan tubuh dan pikirannya. Dengan shalat, beliau merasa tenang dan bahagia, kondisi sangat dibutuhkan bagi seorang pejuang maupun profesional.

Praktek sujud agar mendapatkan kekhusyu'an

Lakukan sujud sehingga sempurna. Bagi laki-laki, kedua siku hendaknya agak direnggangkan dari pinggang. Demikian pula, hendaknya direnggangkan jarak antar kedua kaki. Sebaliknya bagi wanita, hendaknya merapatkan antara kedua kakinya. Bagi laki-laki, sebaiknya bersujud dengan perut agak terangkat. Sebaliknya bagi wanita, sebaiknya bersujud dengan lebih merapatkan perut dengan pahanya. Untuk kedua telapak tangan, hendaknya diletakkan di atas tanah sejajar dengan bahu sambil merapatkan atau merenggangkan sernua jari-jari tangan. Lalu diamlah sehingga benar-benar terasa Anda telah berserah total. 

Ketinggian kesadaran manusia adalah setelah ia menyadari bahwa dirinya adalah tubuh yang terbuat dari tanah kemudian akan dikembalikan sebagai tanah asalnya. Ketinggian ruhani manusia adalah di saat ruh pergi kehadirat Nya, sebagai asal rnuasal sebelum ruh ditiupkan kepada sebongkah tanah yang tidak bisa apa-apa. Inilah puncak kesadaran kita sebagai manusia. Rasulullah ketika melakukan sujud sering dianggap telah meninggal karena saking lamanya.
Dengan membaca:
subhanarabbiyal a'la wa bihamdihi .....3x
akan menterapi mental kita untuk menjadi manusia yang lebih baik, yaitu manusia yang selalu sadar akan dirinya, man arafa nafsahu faqad araf rabbahu, sehingga ia akan selalu bersujud dalam segenap keadaan.

Bahagia Dengan Saling Berbagi, Bersyukur Dan Menerima Dengan Ikhlas Qodha Dan Qodar-Nya, Sabar Menjalani Proses Dalam Hidup Dan Pasrah Pada Kehendak-Nya

Artikel Terkait

Previous
Next Post »