Hikmah Membaca Surat Al-Fatihah

Rukun shalat yang kelima adalah membaca surat Al-Fatihah dalam setiap rakaat seperti yang telah di terangkan satu riwayat dalam kitab Shahih Ibnu Hibban. Kewajiban membaca surat Al-Fatihah tersebut karena berlandaskan Hadits bukhari muslim yg artinya "shalat itu tidak sah bagi orang yg tidak membaca surat al-fatihah". (tuhfatut Thullab, hal. 21)

Sesungguhnya jika anda mengangan-angan hikmah yang terkandung dalam bacaan surat al-fatihah maka anda akan melihat sinar cahaya terang sebagaimana anda menyaksikan terangnya rembulan di malam bulan purnama dan terangnya matahari disiang hari. Membaca di mulai dengan basmalah menunjukkan bahwa hanya dengan nama Dzat yang menjadi tujuan pelaksanakan kewajiban, untuk mencapai keridhaan-Nya, mendekatkan pada rahmat-Nya dan menjauhkan dari siksaan-Nya. Kemudian mushalli membaca hamdalah, memuji Allah yang telah memberi taufik untuk mengerjakan kewajiban shalat. Allah adalah Tuhan sekalian makhluk di alam maujud ini dan pemberi nikmat, baik nikmat yang lembut kecil tak tampak oleh mata maupun nikmat yang besa rnyata dalam pandangan mata.
Karena Allah kenyataannya adalah sang penguasa dunia dan akhirat, merajai hari pembalasan. Kami mohon pertolongan kepada-Nya dalam segala urusan karena kekuatan dan kekuasaan hanya di tangan Allah. Sekiranya kenyataannya sebagaimana yang kita ketahui dan sesungguhnya petunjuk itu adalah petunjuk Allah serta orang yang sesat tidak ada yang dapat memberi petunjuk Kecuali Allah.

Maka kami memohon kepada Allah agar di beri petunjuk pada jalan yang lurus karena shirotol mustaqim hanya diberikan kepada orang-orang yang tidak di murka dan bukan pula golongan orang-orang yang tersesat dan juga memohon kepada Allah agar senantiasa merespon dan mengijabah doa kami.
Referensi : (hikmatut tsayri' Wa falsafatuhu, hal. 108)

Bahagia Dengan Saling Berbagi, Bersyukur Dan Menerima Dengan Ikhlas Qodha Dan Qodar-Nya, Sabar Menjalani Proses Dalam Hidup Dan Pasrah Pada Kehendak-Nya

Artikel Terkait

Previous
Next Post »